Home

Wisata Gunung: Kegiatan Menyenangkan Tapi Jangan Terlalu Dekat Kawah Aktif!

June 14th, 2013

191050_tanggasYogya – Trekking ke gunung jadi salah satu kegiatan asyik bagi wisatawan. Tapi ingat, banyak gunung berapi di Indonesia yang masih mempunyai kawah aktif. Oleh sebab itu, wisatawan diminta lebih berhati-hati.

Indonesia dianugerahi banyak gunung yang punya panorama alam nan cantik. Dibalik itu, ternyata ada sisi berbahaya yang harus diperhatikan wisatawan. Beberapa gunung-gunung yang jadi favorit wisatawan, justru menyimpan kawah yang masih aktif.

Beberapa gunung tersebut adalah Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Merapi di Yogyakarta-Jawa tengah, Gunung Papandayaan dan Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat, serta kawah Timbang di Banjarnegara-Jawa Tengah. Kawah di gunung-gunung tersebut masih aktif dan berbahaya.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono seusai simposium Asia Pacific Risk Reduction and Resilience (APDR3) di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Kamis (13/6/2013).

“Kalau gunungnya kan tidak apa-apa. Gunung itu sudah ada sebelum wisata dibuka. Yang harus menyesuaikan itu gunungnya atau orang yang berwisata,” kata Mbah Rono panggilan akrabnya.

Menurut dia, di Indonesia ada banyak gunung api aktif seperti Gunung Bromo dan Tangkuban Perahu. Setelah obyek wisata tersebut dibuka, maka semakin dekat atau semakin tinggi pula risiko bencananya.

“Pengelola harus mengetahui berapa wisatawannya, berapa jumlah orang yang boleh masuk dan berapa jumlah petugas. Kalau gunung meletus atau misal terjadi kepanikan siapa yang mau ngurus. Kalau ada orang panik begitu banyak siapa yang mau ngurus,” katanya.

Mbah Rono panggilan akrabnya mengakui bila orang Indonesia itu haus akan hiburan. Wisata alam juga jadi kegiatan yang murah dan tidak terbatas. Gunung api boleh dikelola tapi pengelola harus tahu cara menyelamatkan diri. Semua hal harus disiapkan. Jangan sampai wisatawan sudah membayar namun faktor keselamatan terabaikan.

“Sudah bayar kok nggak slamet. Pengelola wisata harus memikirkan berapa orang masuk, berapa orang pengelola, harus ada perbandingan. Bila terjadi kepanikan harus bagaimana. Dulu kan pernah di Bromo ada turis Singapura yang meninggal. Itu jangan sampai terulang lagi dan jangan nekat,” tegas dia.

Selain Gunung Bromo dan Tangkuban Perahu lanjut dia, Kawah Timbang di kawasan Dieng Banjarnegara juga masih berbahaya. Gas beracun masih bisa mengancam sewaktu-waktu. Petugas juga sudah memasang alat untuk memantau dan ada juga petugas yang di lapangan untuk mengawasi warga atau petani.

“Di Dieng itu dekat sekali, yang tidak ditanami hanya kawah saja,” katanya.

Mbah Rono mengibaratkan seperti perang yang tidak diketahui musuhnya, saat Kawah Timbang mengeluarkan gas beracun. Musuh tersebut adalah gas beracun yang tidak kelihatan. Namun saat ada uap air, gas yang bercampur uap air itu akan terbawa kemana-mana.

“Gas itu sangat mematikan. Gas itu berada sekitar setengah meter sampai 20 cm,” katanya.

Dia mengatakan saat ini pihaknya sudah memasang alat monitoring gas di Kawah Timbang. Karena gas keluar lagi, radius 500 meter dari kawah tetap dipertahankan.

“Kita tetap pasang orang di sana. Kalau mendung jangan masuk, bahaya. Kalau siaga orang boleh masuk tapi kalau ada gempa dilarang masuk. Dieng itu seperti perang, tapi kita tidak tahu musuhnya. Beda dengan letusan gunung. Mlaku unuk-unuk (jalan pelan-pelan-red) tapi kena gas langsung mati,” kata Mbah Rono memperingatkan.

 

Sumber: http://travel.detik.com

Under: Wisata
 | 
Tags:

Join Kemitraan

  • Phone: 081 21 9680 509
  • BB: 25C6EE3E

Office

kantor jakarta travelindo

JAKARTA TRAVELINDO
PT. Tiket 88 Online
Jalan Pondok Kelapa Raya Blok G1 No.2E Duren Sawit, Jakarta Timur (13450 )

Kantor Pusat Rumahtiket

KANTOR PUSAT MASTER AGEN RUMAHTIKET
PT. Tiket 88 Online
Jalan Pondok Cipta Raya No. 2D Bintara - Bekasi Barat Melayani Join Kemitraan dan Retail

Pengaduan Pelanggan

  • YM & EMail : [email protected]
  • Masukan anda akan sangat kami nantikan :)

Facebook

Hotel

Maskapai